Sabtu, 11 Februari 2012

HUBUNGAN SOSIAL

Hubungan sosial adalah hubungan timbal balik antara individu yang satu dengan individu yang lain, saling mempengaruhi dan didasarkan pada kesadaran untuk saling menolong. Hubungan sosial juga disebut interaksi sosial. Sedangkan Interaksi sosial itu sendiri merupakan suatu fondasi dari hubungan yang berupa tindakan yang berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dan diterapkan di dalam masyarakat.

Contoh hubungan sosial dalam kehidupan, diantaranya dokter dengan seorang pasiennya, rapat sebuah perusahaan antara direktur dengan para karyawannya, perdagangan, media massa (facebook, twitter, dll), 
Menurut Aristoteles manusia itu sebagai zoon foliticon yang berarti makhluk sosial (bergantung dan membutuhkan bantuan dari orang lain). Syarat-syarat terjadinya hubungan sosial antara lain adanya kontak secara primer (langsung), dan sekunder (tak langsung), dan adanya komunikasi secara searah, maupun 2 arah.
Menurut Charles P Leomis sebuah hubungan bisa disebut sebagai interaksi sosial jika pelakunya dua orang atau lebih, adanya komunikasi antar pelaku, adanya suatu demensi waktu, dan adanya tujuan yang hendak dicapai.
Hubungan sosial terjadi antara individu-individu, individu-kelompok, kelompok-individu, kelompok-kelompok.
Faktor-faktor penunjang hubungan sosial, antara lain:
  1. kodrat manusia sebagai makhluk sosial
  2. perbedaan kebutuhan antara satu orang dengan orang lain
  3. manusia memilki banyak kelemahan
  4. keinginan akan berteman dan bergaul
  5. kebutuhan akan mencintai dan dicintai
Dampak-dampak hubungan sosial:
Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam melakukan interaksi sosial, masalah selalu muncul. Kondisi itucenderung disebabkan karena manusia memiliki watak dan keinginan yang berbeda. Menurut Gillin andGillin ada dua macam dampak yang muncul sebagai akibat adanya hubungan sosial, yaitu sebagai berikut.
   1. Asosiatif 
Dampak asosiatif mencakup hal-hal berikut ini. 
a. Akomodasi (saling menyesuaikan) Maksudnya, usaha-usaha manusia untuk meredakan suatu konflik sosial dengan saling mengadakan penyesuaian diri satu sama lain. Misalnya, proses akomodasi zamanAlexander Agung dengan Hellenismenya. 
b. Asimilasi  (perpaduan hasil dari saling penyesuaian) 
Maksudnya, suatu proses sosial yang ditandai oleh adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaanyang terdapat antara orang perorangan atau kelompokkelompok manusia dan usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan memerhatikan kepentingan dantujuan bersama. Misalnya, pertukaran pemuda atau pelajar antarnegara.
c. Akulturasi  (proses penerimaan unsur budaya asing) 
Maksudnya, proses sosial yang timbul jika suatu kelompok manusia dengan kebudayaannya dihadapkandengan unsur-unsur kebudayaan asing. Selanjutnya, unsurunsur kebudayaan asing itu lambat launditerima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaanitu sendiri. Misalnya, penyebaran agama.
   2. Disosiatif 
Dampak disosiatif mencakup hal-hal berikut ini. 
a. Persaingan 
Persaingan menurut Gilin and Gilin adalah suatu proses sosial ketika para individu atau kelompomanusia bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang yang pada suatu masa menjadi pusat perhatian publik tanpa menggunakan kekerasan. Misalnya, persaingan antarperusahaan. 
b. Pertentangan 
Maksudnya, suatu bentuk proses sosial yang terletak di antara persaingan dengan pertikaian yang ditandaioleh gejala-gejala adanya ketidakpastian mengenai diri seseorang atau suatu rencana yang disembunyikanserta keragu-raguan terhadap pribadi seseorang. Misalnya, penolakan, menyangkal, dan memaki. 
    3) Pertikaian 
Maksudnya, suatu proses sosial ketika orang perorang atau kelompok manusia berusaha memenuhi tujuandengan jalan memandang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan. Misalnya, tawuran dan berkelahi


0 komentar:

Posting Komentar

 

(c)2009 Alyarani's Blog. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger